Wabah Corona dan Jawaban dalam Alquran

234

Pembaca yang diberkahi Allah. Ramadhan kali ini cukup spesial. Ujian berlipat ganda dengan adanya virus corona atau Covid-19. Meski begitu, mari kita lihat dari sisi yang lain dan menikmati ujian-ujian ini sebagai sarana mendekat kepada Allah Yang Maha Baik.

Covid-19 membuat segalanya berubah. Kegiatan kita sehari-hari, seperti bekerja, belajar, bermain, berkunjung, belanja, dan lain-lain, dalam waktu singkat berganti. Semua dilakukan dari rumah. Sesekali saja keluar rumah untuk keperluan yang tak bisa dilakukan dari rumah. Dan kita pun berkumpul di rumah masing-masing.

Ramadhan kali ini tidak ada buka puasa bersama atau bukber. Biasanya, Ramadhan dirayakan dengan buka puasa bersama, sahur bersama, tarawih berjamaah di masjid-masjid dan lain sebagainya. Kita menikmati Ramadhan dengan ibadah dan bekerja dari rumah. Dan semoga saja menjadi semakin produktif.

Ada dua hal penting terlahir dari krisis Covid-19. Pertama, kelaparan (QS. Quraisy 106:4). Perusahaan-perusahaan banyak yang terdampak dalam krisis ini, sehingga sang empunya ‘merumahkan’ para pekerjanya, entah dengan pesangon atau tidak. Para pekerja harian juga demikian, sehingga ekonomi susah dan berujung pada makanan apa yang akan dihidangkan.

Pertanyaannya bukan menu apa yang akan dimakan, tetapi bisa makan atau tidak esok hari. Ada yang terpaksa mencuri hanya karena untuk memberi makan keluarganya. Kelaparan adalah ujung dari krisis ekonomi. Rupiah anjlok. Sejumlah barang merangkak naik harganya dan ini sudah tercatat dalam Alquran.

Laman: 1 2 3

You might also like
close