Takut Tidak Bisa Penuhi Kebutuhan Lebaran,PKL dan Warga Kota Dumai Tolak PSBB

26

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai, Riau, mendapat penolakan dari sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan warga.

Aksi penolakan itu berlangsung pada Senin (18/5/2020) malam atau hari pertama penerapan PSBB. Beberapa video aksi penolakan sempat beredar di media sosial. 

Seperti yang dilihat Kompas.com, ada sekitar ratusan pedagang dan warga berkerumun di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Salah seorang warga Kota Dumai, Arya (48) mengaku menolak penerapan PSBB terkait antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 tersebut.

“Ya, saya selaku warga Dumai menolak juga lah. Karena sekarang kan waktunya cari uang mau Lebaran. Dan keluarga saya juga ada yang berjualan di pasar itu (Jalan Jenderal Sudirman),” ungkap Arya saat dihubungi Kompas.com melaluisambungan telepon, Selasa (19/5/2020) malam.

Pria pekerja bengkel ini mengaku takut tertular virus corona.

Namun, Arya mengaku lebih takut tak dapat uang untuk kebutuhan keluarganya.

“Pasti takutlah namanya juga penyakit. Tapi kita kan mau cari makan juga. Protokol kesehatan tetap kita ikuti, seperti keluar pakai masker dan jaga jarak,” katanya.

PKL tolak PSBB

Menurut Arya, kebanyakan yang menolak PSBB dari kalangan PKL. Karena pedagang hanya boleh berjualan sampai pukul 21.00 WIB.

Laman: 1 2

You might also like
close