Susun SOP New Normal, Pemda DIY Atur Jam Belajar Siswa hingga Mal

28

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda) DIY saat ini tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) aktivitas masyarakat selama pandemi virus corona atau COVID-19 atau di masanew normal. Salah satu yang diatur yakni jam belajar siswa sekolah hingga jumlah pengunjung mal.

“Seperti halnya untuk kelas 1-3 SD masuk pagi hari dan untuk kelas 4-6 masuk sore. Karena satu meja hanya satu orang, lalu gurunya seperti apa akan diatur,” kata Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2020).

Aji menuturkan pihaknya juga berencana untuk membatasi jumlah pengunjung mal. Ini dilakukan untuk menerapkan social distancing atau physical distancing.

“Terus seperti mal, contoh Malioboro Mall itu maksimal 50 orang supaya bisa social distancing, dan setiap outlet maksimal lima orang,” ujarnya.

Aji menyebut pihaknya mendukung normalisasi kegiatan saat pandemi Corona agar masyarakat bisa tetap beraktivitas dan mendapatkan penghasilan. Sebab, program bantuan yang diberikan pemerintah juga hanya berlangsung hingga Juni.

“Nah terus Juli dan seterusnya seperti apa, kalau ekonomi tidak kita gerakkan tentu ada kesulitan. Jadi kita tidak boleh ndelik(sembunyi) dalam waktu yang cukup lama,” ujar Aji.

Aji juga belum bisa memastikan kegiatan new normal terealisasi di DIY pada awal Juni mendatang. Sebab, pihaknya masih akan menggodok soal new normal ini lintas sektoral.

“Tentang waktu masih kita harus dikaji bersama dengan teman kabupaten/kota, dengan Forkompimda seperti apa. Karena kan perlu diatur apakah Pemda ini pegawai masuk setiap hari, terus duduknya (di ruangan) nanti seperti apa,” kata Aji.

Aji juga belum bisa memastikan kegiatan new normal terealisasi di DIY pada awal Juni mendatang. Sebab, pihaknya masih akan menggodok soal new normal ini lintas sektoral.

Laman: 1 2

You might also like
close