Satu Keluarga Di Surabaya Dikabarkan Meninggal Karena COVID-19. Sebagai Langkah Antisipasi, Pemkot Surabaya Pun Melakukan Rapid Test Massal Para Tetangga Sekitar.

968

Satu keluarga yang terdiri dari 3 orang di Surabaya meningggal diduga karena COVID-19. Satu keluarga tersebut terdiri dari suami, istri dan 2 anak.

Tak hanya itu, bahkan janin 8 bulan yang sedang dikandung oleh sang anak pertama juga turut meninggal dunia. Hingga menyisakan anak bungsu menjadi satu-satunya anggota keluarga yang hidup.

Salah satu warga, Rizky, membenarkan kabar tersebut. “Ada yang meninggal. Suami, istri, dan anaknya yang pertama. Kalau keponakan saya kurang paham,” ujar Rizky dilansir Detikcom, Kamis (4/6). “Kabarnya memang karena Corona, tapi coba tanya langsung saja untuk kepastiannya. Di sana masih ada anak ke-2 nya.”

Kabar kematian satu keluarga itu pun kemudian viral di aplikasi percakapan. Setelah ditelusuri peristiwa tersebut terjadi di Gubeng Kertajaya IX, Surabaya, Jawa Timur.

Merespon kabar yang beredar tersebut, anak bungsu keluarga pun buka suara. Ia membantah jika ayah, ibu, dan kakaknya meninggal karena positif COVID-19.

“Kalau kabar positif COVID-19 keluarga saya, nggak benar. Hanya Kakak yang meninggal dinyatakan positif COVID-19 karena sudah di-swab,” kata DW, si anak bungsu. “Kalau Mama dan Papa berstatus PDP.”

DW menjelaskan ayah dan ibunya baru menjalani rapid test dan belum swab test. Dari hasil rapid test, kedua orang tuanya reaktif. Sedangkan kakak pertamanya yang meninggal telah di-swab dan dinyatakan positif COVID-19.

“Mama dan Papa baru rapid test dan reaktif, tapi belum swab. Kalau Kakak memang sudah di-swab dan dinyatakan positif,” terangnya. “Kakak saya meninggal bersama janinnya, ya yang dimaksud keponakan itu bayi di kandungan Kakak. Karena Kakak posisi hamil 8 bulan.”

Sementara itu, Pemkot Surabaya langsung mengambil langkah antisipasi dengan melakukan rapid test serentak sepanjang gang Gubeng Kertajaya IX. Setidaknya 69 warga di-rapid test.

Laman: 1 2

You might also like
close