Luncurkan Website Siap Nikah, BKKBN Jelaskan Manfaatnya

32

Banyak persiapan yang harus dilakukan bagi pasangan yang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut hal utama adalah kesiapan psikologi.

Menurut dia, kesiapan mental sangat diperlukan. Terutama mereka ketika menjadi orangtua yang harus mengasuh anak dengan baik.

Kedua, kesiapan dari segi ekonomi, agar keluarga dapat hidup layak dan untuk memenuhi kehidupan anak termasuk pendidikannya agar menciptakan anak yang mampu bersaing dalam bidang pekerjaan.

“Secara psikologis siap, kemampuan ekonomis terutama laki-laki harus siap, jangan asal beranis saja, kemapuan ekonomi dan psikologi siap,” kata Hasto saat webinar Website Siap Nikah, Senin (4/5/2020).

Ketiga dari segi biologis yakni dari kesiapan kesehatan pasangan suami istri saat berencana ingin memulai program kehamilan supaya melahirkan anak yang sehat.

Termasuk juga kesiapan umur dalam menikah dan hamil yang sebaiknya di usia 20 sampai 30 tahun sehingga mengurangi resiko kematian ibu atau kematian anak saat melahirkan.

“Kalau ingin ekonomi bagus siapkan keturunan yang baik, karena membuat anak itu bisa direncanakan misal sejak tiga bulan sebelum hamil konsumsi asam folat,” ungkap Hasto.

Kesiapan berkeluarga lainnya yang harus dipenuhi kesiapan usia, kesiapan fisik, kesiapan moral, kesiapan emosi, kesiapan sosial, kesiapan interpersonal, keterampilan hidup dan kesiapan intelektual.

Di tengah pandemi virus corona (covid-19) Hasto mengajak pasangan yang menunda pernikahan maupun pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan bisa melakukan persiapan pernikahan lewat website www.siapnikah.org.

Laman: 1 2

You might also like
close