Kisah Wanita Mualaf dari Prancis yang Menemukan Cinta di Bandung

67

Maria berbagi kisah inspiratifnya menemukan keindahan Islam saat usianya remaja. Kini tinggal di Indonesia, siapa sangka Maria menemukan cintanya di Bandung.

Pada bagian pertama (bisa dibaca di sini), sudah berbagi kisah Maria, seorang hijabers cantik dari Prancis yang memutuskan memeluk Islam setelah orangtuanya menjadi atheis. Kini di bagian kedua cerita Maria, wanita 24 tahun itu menceritakan perjalanannya ke Indonesia.

Maria mengaku selain membaca, nonton film animasi Jepang dan memasak, hobinya yang lain adalah travelling. Dia pun memutuskan melakukan perjalanan ke Indonesia pada Agustus 2019 sekaligus untuk menimba ilmu.

“Aku belajar di University of Burgundy, Dijon, Prancis. Aku sedang mempersiapkan diri menjadi sarjana bahasa Spanyol dan Inggris. Aku tiba di Indonesia pada akhir Agustus 2019. Aku kini tinggal di Bandung dan belajar bahasa Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,” ceritanya saat diwawancara Wolipop melalui WhatsApp pada Senin (27/4/2020).

Sebelumnya, Maria pernah berkunjung ke negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia. Dia dan keluarganya travelling ke Kuala Lumpur dan Kuala Terengganu beberapa tahun lalu.

“Ini adalah pertama kalinya aku datang ke Indonesia. Saat tiba, aku langsung menuju kota Bandung dan aku belum bisa mengunjungi kota lain selain Bandung,” tuturnya.

Wanita yang menjadi mualaf di usia hampir 15 tahun itu memilih tinggal di Bandung, karena ada pujaan hatinya. Dia dan pria Bandung itu sudah lebih dari setahun menjalin cinta. Keduanya berencana menikah namun karena ada Corona, keinginan tersebut harus tertunda.

Tinggal di Indonesia setelah sebelumnya menetap di Prancis di mana dia merasa ruang geraknya sebagai muslim sangat terbatas, Maria mengaku sangat menikmati hari-harinya. Adanya pandemi Corona di Indonesia menurutnya juga menjadi hikmah tersendiri.

“Ramadhan kali ini khusus karena ada dua alasan, secara global semua orang harus karantina mandiri karena untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dan akhirnya aku bisa menikmatinya dan belajar lebih bebas untuk memperdalam agama Islam,” ujarnya.

Laman: 1 2

You might also like
close