Kisah Pinangan Rasulullah kepada Sayyidah Aisyah

55

Aisyah radliyallahu ‘anh menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.’ Lalu, aku buka kain penutup wajah tersebut, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah maka pasti akan terjadi” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Wafatnya Sayyidah Khadijah meninggalkan duka dalam bagi Rasulullah ﷺ. Bagaimana tidak, Khadijah sendiri telah banyak berpengaruh dalam hidup beliau dan agama Islam. Sifat penyayang dan keibuan yang dimiliki Sayyidah Khadijah telah membuat beliau sangat mencintainya. Siapa yang tidak sedih ditinggal sang kekasih dengan sifat yang mulia semacam itu.

Melihat kesedihan Rasulullah ﷺ yang begitu dalam, para sahabat pun ikut merasa susah dan payah dengan keadaan ini. Para sahabat memikirkan bagaimana kesedihan Rasul segera hilang, sehingga beliau kembali dalam keadaan ceria. Hingga pada suatu hari datanglah sahabat yang bernama Khaulah binti Hakim kepada Rasulullah.

“Wahai utusan Allah, apakah engkau tidak ingin menikah lagi?” tanya Khaulah kepada Rasulullah ﷺ.

“Dengan siapa?” Rasulullah balik bertanya kepada Khaulah.

“Dengan kesukaan hatimu. Apakah engkau menginginkan perawan atau janda?”

“Jikalau perawan siapa? Dan jikalau janda siapa?” tanya Rasulullah ﷺ lebih dalam.

“Jikaulau anda berkenan seorang perawan maka ia adalah Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar, putri dari seorang makhluk Allah yang engkau cintai. Dan jikalau engkau berkenan seorang janda, maka ia adalah Saudah binti Zam’ah ia adalah seorang perempuan yang telah beriman dan mengikuti ajaranmu,” jawab Khaulah.

“Jikalau begitu pergilah dan beritahu kepada mereka berdua atas pinanganku,” pinta Rasulullah ﷺ mengiyakan usulan dari Khaulah.

Laman: 1 2 3

You might also like
close