Duh! Subsidi Elpiji 3 Kg hingga Listrik Tak Tepat Sasaran

9

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengakui penyaluran subsidi energi masih belum tepat sasaran. Subsidi energi terbagi menjadi tiga, yaitu bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar, elpiji 3 kg, dan listrik.

Kepala BKF Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menegaskan penyaluran seluruh subsidi energi hingga saat ini masih belum tepat sasaran, alias tidak menyasar kepada 40% masyarakat paling miskin di tanah air.

“Subsidi komoditas cenderung alami inklusi eror, itu artinya orang yang harusnya tidak dapatkan malah dapatkan. Ini tidak tepat sasaran, ini pemborosan, seharusnya nggak dapat malah dapat,” kata Febrio di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Dari sisi realisasi, kata Febrio penyaluran subsidi berbasis orang sama seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, kartu Indonesia pintar (KIP), dan bantuan sosial (bansos) lainnya lebih baik dibandingkan penyaluran subsidi energi.

Oleh karenanya pemerintah mengusulkan skema penyaluran subsidi energi pada tahun 2021 berbasis orang atau sama seperti program bansos.

Pengubahan skema penyaluran, dikatakan Febrio juga karena kurang efisien lantaran selalu menimbulkan masalah kurang bayar yang menjadi piutang pemerintah kepada PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) setiap tahunnya.

Dari 40% kelompok masyarakat paling miskin, Dia menyebut baru sekitar 36,4% yang menikmati subsidi gas tabung 3 kg.

“Tetapi 40% terkaya malah menikmati hampir 40% dari total susbidi. Ini harus dibenerin, di-reform ini sesuatu yang harus dilakukan segera jangan ditunda lagi, ini harapan kita,” kata Febrio.

Niat pemerintah tetap memberikan subsidi dengan skema baru di tahun 2021 pun mendapat respons dari beberapa anggota Banggar, antara lain Bramantyo Suwondo yang berasal dari Fraksi Demokrat.

Laman: 1 2 3

You might also like
close