Cara Unik Ponpes di Purworejo Ajarkan Ilmu Agama Pada Anak Jalanan

15

Salah satu perguruan Islam di Kabupaten Purworejo, Pondok Pesantren (Ponpes) Azzaidin memiliki mcara unik untuk mendekati anak dan remaja jalanan yang hidupnya kental dengan berbagai pengaruh negatif.

Ponpes Azzaidin yang dikhususkan untuk santriwan putra, juga berdampingan dengan Ponpes Azziadah khusus santriwati putri itu kini tidak hanya menjadi taman pendidikan bagi santri, namun juga bagi anak jalanan.

Salah seorang pengasuh Ponpes Azzaidin, Taufik Hidayat (29) menyebut, mereka memiliki prinsip hidup tidak hanya bermanfaat bagi orang-orang yang baik saja, namun juga ingin bermanfaat bagi semua kalangan. Salah satunya yakni para anak jalanan yang selalu diidentikan dengan kekerasan dan hal-hal negatif.

Taufik menuturkan, tidak mudah bagi ponpes untuk menerapkan prinsip itu. Cemoohan dari berbagai kalangan seringkali menerpa, menganggap ponpes tidak akan mampu mengajarkan Alquran pada anak jalanan.

“Banyak ungkapan-ungkapan sinis yang mengatakan, anak kyai kok mau dekat-dekat dengan orang jalanan. Saya menganggap ini tantangan yang harus saya hadapi,” ungkap Taufik melansir humas Purworejo.

Namun, ia mengaku justru menjadikan cemoohan tersebut sebagai pemacu ponpes untuk lebih giat menjadi agen yang mengajak berbagai kalangan untuk belajar agama.

“Jangan melihat keburukan orang lain, tanpa melihat duduk permasalahannya. Bukan tidak mungkin anak jalanan yang sudah sadar dari pengaruh negatif, justru akan melebihi baiknya dari yang lain,” ujar Taufiq.

Para anak jalanan yang bersedia belajar di ponpes juga diberi materi tersendiri. berbeda dengan para santri yang sebelumnya sudah memiliki bekal ilmu agama.

“Alhamdulillah, mereka mau meninggalkan perbuatan yang dilarang agama seperti sabu, miras, judi, dan sejenisnya. Bahkan sudah melaksanakan salat lima waktu, mengaji Alqur’an, dan lainnya. Meski anak jalanan yang mengaji tidak banyak hampir 10 orang, tapi dari jumlah kecil ini saya percaya, InsyaAlloh akan mampu menularkan yang lain untuk mengikuti mengaji,” papar Taufik.

Laman: 1 2

You might also like
close