Bukan Normal, Sri Mulyani: Kini Sektor Keuangan RI Berstatus Waspada!

99

Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) menyatakan, status stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2020 adalah waspada. Hal ini karena dampak penyebaran virus corona terhadap ekonomi domestik semakin meluas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sampai dengan Maret 2020, terjadi gejolak yang sangat tinggi dan volatilitas keuangan dalam situasi yang meningkat kewaspadaannya.

“Stabilitas sistem keuangan sampai akhir Maret itu dalam tingkatan waspada. Ini yang menyebabkan kita melakukan beberapa kali rapat dengan kabinet yang menjadi landasan penyusunan Perppu No 1/2020,” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK, dalam jumpa pers, Senin (11/5/2020)

Status waspada itu karena dampak dari penyebaran virus corona, yang terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang merosot hampir ke area Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Kemudian, aliran modal asing yang terus keluar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok di bawal level 5.000.

Kendati demikian, Sri Mulyani menyebutkan bahwa selepas kuartal I-2020 kondisi akan terus membaik. Stabilitas di sektor keuangan mulai terlihat. “Namun kami tetap waspada,” ujar Sri Mulyani.

Faktor pendorong membaiknya sistem stabilitas keuangan setelah kuartal I-2020 adalah penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Perppu No. 1/2020 itu, menurut Sri Mulyani memberi kewenangan dan keleluasaan bagi tiap institusi anggota KSSK untuk menangani dampak pandemi virus corona di sektor keuangan nasional.

“Kita sudah melakukan mekanisme sesuai Perppu dan menimbulkan ketenangan di market. Karena BI (Bank Indonesia) juga melakukan private placement,” tutur Sri Mulyani.

Sumber: cnbcindonesia.com

You might also like
close