Bawa Pulang Paksa Jenazah Covid, 50 Orang Dorong Ranjang RS Sampai Rumah

26

Kejadian membawa paksa pulang jenazah pasien positif virus corona atau Covid-19 dari rumah sakit kembali terjadi. Kejadian kali ini dilakukan oleh satu keluarga asal Pegirian, Surabaya.

Pemulangan secara paksa tersebut lantaran sang keluarga ingin memakamkan jenazah yang lokasinya berdekatan dengan rumah dan makam bersebelahan dengan kerabatnya. Bahkan pemulangan jenazah secara paksa ini diambil beserta ranjang milik rumah sakit.

Lurah Pegirian Menik Hartawanta mengatakan awalnya warganya yang berusia 48 tahun tersebut mengalami sakit dan dilarikan menuju Rumah Sakit PHC. Karena adanya indikasi gejala Covid-19, pasien itu diminta untuk melakukan swab.

“Dari RS PHC itu di rapid, di tes swab kan hasilnya keluar lama terus di bawa pulang sempat enakan. Tapi waktu pulang itu kan dia dipantau pihak Puskesmas karena statusnya PDP,” ujar Menik saat dihubungi SuaraJatim.id, Sabtu (6/6/2020).

Beberapa hari kemudian, hasil tes swab yang ditunggu akhirnya keluar dan ternyata warga tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Kabar tersebut disampaikan oleh pihak RS PHC ke Puskesmas untuk diteruskan ke keluarga pasien.

“Begitu hasil keluar pihak RS PHC menginformasikan ke dinas kesehatan kota, akhirnya menyampaikan ke puskesmas dan keluarga pasien untuk melakukan pengawasan intens, itu sudah dilakukan,” katanya.

Selang beberapa hari, sakit yang diderita oleh pasien tersebut kambuh. Akhirnya keluarga pasien membawa ke Rumah Sakit Paru untuk diperiksa. Namun, pihak keluarga saat itu menutupi fakta bahwa pasien itu positif Covid-19.

“Awalnya memang proaktif, 30 Mei itu sudah diinfokan ke keluarga (positif Covid-19). Saya enggak tahu alasannya apa. Rumah sakit juga nggak tahu kalau pasien itu meninggal dengan status Covid-19,” ucapnya.

Diketahuinya pasien ini meninggal berstatus positif Covid-19 pada Kamis (4/6/2020), setelah pihak RS Paru melaporkan ke Puskesmas setempat. Pihak rumah sakit akhirnya langsung menyiapkan pemulasaraann jenazah dengan protokol kesehatan.

Laman: 1 2 3

You might also like
close