Banjir Rob di Pekalongan Belum Surut, Warga Evakuasi Harta Benda

16

Kondisi banjir rob di Kota Pekalongan, Jawa Tengah hingga siang ini belum juga surut. Warga ramai-ramai mengevakuasi harta bendanya dari rumah.

Salah seorang warga Jalan Kamper III Perumahan Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Khamdi (68) mengaku memindahkan seluruh barang yang ada di dalam rumahnya hari ini.

“Saya pindahin semua barang-barang rumah, ke rumah (di) Banyurip,” ujar Khamdi kepada detikcom, Jumat (5/6/2020).

Khamdi yang sudah memindahkan seluruh harta bendanya selama tiga hari belakangan ini memperkirakan banjir rob akan menjadi semakin rutin terjadi pada masa mendatang. Sehingga dia memutuskan untuk pindah ke rumahnya yang lain di Kecamatan Pekalongan Utara.

“Kalau sudah kena rob kayak gini, sudah akan berlangganan terus. Makanya saya spontanitas, pindah rumah yang di Banyurip saja,” kata Khamdi.

Warga lain dari Perumahan Slamaran, Kota Pekalongan yakni Bobby (47) mengaku rumahnya tergenang banjir rob setinggi di atas lutut orang dewasa. Meski sempat surut pada siang hari, tapi ketinggian banjir kembali naik pada sore dan malam harinya.

“Karena semakin tinggi dari hari per hari, kita evakuasi barang-barang elektronik dan kasur serta perlengkapan masak,” kata Bobby.

“Keluarga sudah dievakuasi ke rumah saudara. Ini kita evakuasi barang-barang, agar tidak rusak kena air rob. Evakuasi ke rumah saudara,” lanjutnya.

Warga lain yang tinggal di Perumahan Slamaran, Siswanto (58) juga mengungkap rumahnya kebanjiran setinggi sekitar 60 cm. Seluruh harta bendanya sudah dievakuasi ke lantai dua rumahnya. Namun dia berencana akan memindahkannya ke tempat lain.

Laman: 1 2

You might also like
close