Aksi Heroik Pria Berenang Evakuasi Jenazah Temannya di Danau Kawah Ijen

99
Ahmad Arifin penambang yg berenang mengevakuasi rekannya Andika

Penambang belerang Ahmad Arifin (59) melakukan aksi heroik. Ia berenang di Danau Kawah Ijen yang asam dan bersuhu 24 hingga 40 derajat celsius, untuk mengevakuasi jenazah rekannya. 

Jenazah rekannya sesama penambang, Andika (61) ditemukan mengambang sekitar 150 meter dari bibir danau pagi tadi. Ahmad pun langsung berusaha mendekat dan berpikir untuk melakukan evakuasi.

Aksi ini tergolong berbahaya, mengingat kandungan asam kawah Ijen merupakan yang tertinggi di dunia. Namun Arifin nekat melakukan aksi tersebut, karena korban merupakan rekan yang sudah 24 tahun bekerja bersama sebagai penambang belerang. 

“Saya sama Sumanto (rekan penambang belerang) di dekat Gunung Sibanteng melakukan pencarian. Saat itu, saya melihat warna hijau di tengah kawah. Lalu melihat bokong (pantat) Andika itu di sana. Kondisinya tertelungkup,” ujar Ahmad kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Ahmad berinisiatif untuk turun melalui tebing-tebing curam. Tanpa mempedulikan keselamatan dirinya, ia kemudian melepas baju dan langsung turun ke danau kawah. Aksi Ahmad tergolong berbahaya, mengingat kandungan asam Kawah Ijen merupakan yang tertinggi di dunia. Namun ia nekat melakukan aksi tersebut karena korban merupakan rekan yang sudah 24 tahun bekerja bersama sebagai penambang belerang.

“Saya tidak mikir panjang langsung terjun. Karena posisi lebih dekat situ. Sebenarnya sudah diperingatkan untuk menunggu perahu karet dari SAR. Tapi saya ngomong ke petugas SAR saya mampu. Karena ini teman saya,” imbuhnya.

Ahmad kemudian berenang menuju jenazah Andika. Setelah dapat meraih jenazah temannya, ia kemudian mengikat jenazah itu ke tubuhnya. Namun ia tak bisa membawa jenazah Andika ke tempat asal dirinya turun. Ia harus berenang sejauh 150 meter ke tepian danau.

“Kalau kembali lagi ke Gunung Sibanteng pasti tidak bisa dibawa jenazahnya. Karena tidak ada akses. Makanya langsung saya berenang ke tempat lokasi yang dekat dan bisa dievakuasi,” terangnya. 

Dia mengaku terpukul dengan kematian rekannya tersebut. Ia baru mengetahui rekannya hilang dari teman-temannya. Kemudian dirinya bergabung dengan Tim SAR untuk melakukan pencarian korban. 

“Dia rekan saya selama 24 tahun. Saya ketua regu 1 sementara dia lain regu. Kalau saya kerja tanggal 1 sampai 15 sedangkan dia tanggal 15 sampai akhir bulan. Semoga Husnul Khotimah,” tambahnya.

Berkat aksi heroik Ahmad, jenazah korban berhasil dievakuasi ke bibir danau dan selanjutnya dibawa ke rumah kerabatnya di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Muncar untuk dikebumikan.

Laman: 1 2

You might also like
close