41 Warga di Bengkulu Rapid Test Usai Melayat Pasien Positif Corona, 1 Reaktif

14

Sebanyak 41 warga Desa Bajak dan Desa Jambu di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menjalani rapid test setelah melayat pasien COVID -19 yang meninggal dunia. Dari total jumlah tersebut, satu orang dinyatakan reaktif dan akan menjalani tes swab.

Puluhan warga Bengkulu Tengah itu menjalani rapid test di Puskesmas Desa Jambu. Tujuh orang tenaga medis dikerahkan untuk melakukan rapid test.

“Dari hasil rapid test ini, satu orang warga dinyatakan reaktif dan harus menjalani karantina,” ujar Kepala Puskesmas Desa Jambu Reri Gustiana, Kamis (5/6/2020).

Reri mengatakan warga yang reaktif ini merupakan tetangga almarhum. Warga ini mengaku tidak pernah berkontak langsung dengan pasien COVID-19 tersebut.

Warga yang hasil rapid test-nya reaktif diminta melakukan isolasi mandiri sembari menunggu jadwal pemeriksaan swab dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Rencana sebelumnya, ada 52 warga yang akan mengikuti rapid test, tapi 11 orang dari hasil pemeriksaan tidak pernah berkontak dengan almarhum.

“Pada saat almarhum meninggal, kami lakukan penguburan seperti biasa. Kami tidak tahu almarhum pernah menjalani swab dan ternyata hasilnya positif COVID-19,” ujar Kepala Desa Bajak 2 Janadi.

Sementara itu, salah seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Jambu, Muthia, mengatakan pasien positif Corona yang meninggal dunia itu tidak pernah berobat ke puskesmas.

“Almarhum tidak pernah berobat ke puskesmas Desa Jambu. Jadi kami tidak masuk dalam tracking pernah kontak dengan almarhum,” ujar Muthia.

Laman: 1 2

You might also like
close